LAPORAN
PRAKTIKUM
PSIKOLOGI EKSPERIMEN
1. Nama Eksperimenter : Lelia Darwitaningrum
2.
Nomor
Mahasiswa : 1300013184
3.
Nama
Subjek : a. Axxxxxxxx
b. Fxxxxxxxxxx
4.
Jenis
Kelamin : a.
Perempuan
b. Laki – Laki
5.
Umur : a. 18 Tahun
b. 18 Tahun
6.
Pendidikan : a. Mahasiswi S-1 Psikologi
b. Mahasiswa S-1 Psikologi
7.
Nama
Eksperimen : PERSEPSI
8.
Nomor
Eksperimen : III
9.
Tanggal
Eksperimen : 12 Desember 2014
10.
Waktu : 10.00 –
12.00 WIB
11.
Tempat
Eksperimen : Laboraturium Eksperimen Fakultas
Psikologi Universitas Ahmad Dahlan
Yogyakarta
I. Problem
Apa
yang kita rasakan dan kita lihat memungkinkan kita memilih, mengorganisasikan, dan menafsirkan rangsangan
dari lingkungan kita, dan proses tersebut mempengaruhi perilaku kita . Parsepsi adanya dua faktor baik internal maupun
eksternal.
II. Dasar
Teori
Persepsi (dari
bahasa Latin perceptio,
percipio) adalah tindakan menyusun, mengenali, dan menafsirkan informasi
sensoris guna memberikan gambaran dan pemahaman tentang lingkungan. Persepsi
meliputi semua sinyal dalam sistem saraf,
yang merupakan hasil dari stimulasi fisik atau kimia dari organ pengindra. Seperti
misalnya penglihatan yang merupakan cahaya yang mengenai retina pada mata,
pencium yang memakai media molekul bau (aroma), dan pendengaran yang melibatkan gelombang suara. Persepsi bukanlah penerimaan isyarat secara pasif,
tetapi dibentuk oleh pembelajaran, ingatan, harapan, dan perhatian. Persepsi
bergantung pada fungsi kompleks sistem saraf, tetapi tampak tidak ada karena
terjadi di luar kesadaran.
Parses merupakan
suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu suatu stimulus yang
diterima oleh individu melalui alat reseptor yaitu indra. Alat indera merupakan
penghubung antara individu dengan dunia luarnya. Persepsi merupakan stimulus yang
diindera oleh individu, diorganisasikan kemudian diinterpretasikan sehingga
individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera. (Kuswana, Wowo Sunaryo. 2011. Taksonomi Berpikir.
Edisi 2)
Faktor-faktor yang
mempengaruhi persepsi pada dasarnya dibagi menjadi 2 yaitu faktor
internal dan faktor eksternal.
1. Faktor Internal yang mempengaruhi persepsi, yaitu faktor-faktor
yang terdapat dalam diri individu, yang mencakup beberapa hal antara lain :
a.
Fisiologis.
Informasi masuk melalui alat indera, selanjutnya informasi yang diperoleh ini
akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk memberikan arti terhadap
lingkungan sekitarnya. Kapasitas indera untuk mempersepsi pada tiap orang
berbeda-beda sehingga interpretasi terhadap lingkungan juga dapat berbeda.
b.
Perhatian. Individu
memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau
memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu obyek.
Energi tiap orang berbeda-beda sehingga perhatian seseorang terhadap obyek juga
berbeda dan hal ini akan mempengaruhi persepsi terhadap suatu obyek.
c.
Minat. Persepsi terhadap
suatu obyek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi atau perceptual
vigilance yang digerakkan untuk mempersepsi. Perceptual vigilance merupakan
kecenderungan seseorang untuk memperhatikan tipe tertentu dari stimulus atau
dapat dikatakan sebagai minat.
d.
Kebutuhan yang searah.
Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari
obyek-obyek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya.
e.
Pengalaman dan
ingatan. Pengalaman dapat dikatakan tergantung pada ingatan dalam arti sejauh
mana seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu
rangsang dalam pengertian luas.
f.
Suasana hati. Keadaan
emosi mempengaruhi perilaku seseorang, mood
ini menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi
bagaimana seseorang dalam menerima, bereaksi dan mengingat. (Walgito,
Bimo. 2010. Pengantar Psikologi Umum)
2.
Faktor Eksternal yang
mempengaruhi persepsi, merupakan karakteristik
dari linkungan dan obyek-obyek yang terlibat didalamnya. Elemen-elemen tersebut
dapat mengubah sudut pandang seseorang terhadap dunia sekitarnya dan
mempengaruhi bagaimana seseoarang merasakannya atau menerimanya. Sementara itu
faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi adalah :
a.
Ukuran dan penempatan
dari obyek atau stimulus. Faktor ini menyatakan bahwa semakin besrnya hubungan
suatu obyek, maka semakin mudah untuk dipahami. Bentuk ini akan mempengaruhi
persepsi individu dan dengan melihat bentuk ukuran suatu obyek individu akan
mudah untuk perhatian pada gilirannya membentuk persepsi.
b.
Warna dari obyek-obyek.
Obyek-obyek yang mempunyai cahaya lebih banyak, akan lebih mudah dipahami (to be perceived) dibandingkan dengan
yang sedikit.
c.
Keunikan dan kekontrasan
stimulus. Stimulus luar yang penampilannya dengan latarbelakang dan
sekelilingnya yang sama sekali di luar sangkaan individu yang lain akan banyak
menarik perhatian.
d.
Intensitas
dan kekuatan dari stimulus. Stimulus dari luar akan memberi makna lebih bila
lebih sering diperhatikan dibandingkan dengan yang hanya sekali dilihat.
Kekuatan dari stimulus merupakan daya dari suatu obyek yang bisa mempengaruhi
persepsi.
e. Motion atau gerakan. Individu akan banyak memberikan perhatian terhadap
obyek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan dibandingkan obyek yang
diam. (Sobur, Alex.2011. Psikolgi Umum)
III. Hipotesis
Adanya pengaruh persepsi terhadap perilaku.
IV. Desain
Eksperimen
Desain eksperimen yang digunakan adalah within subject design / treatment by subject design yaitu desain yang diperkenalkan oleh B.F. Skinner pada
tahun 1938, disebut juga dengan penelitian N-kecil. Ada tiga tahap penelitian
eksperimental yang terlibat dalam within subject design.
Pertama, menciptakan garis dasar perilaku. Ini dilakukan dengan mengukur
perilaku dalam penyelidikan selama waktu tertentu. Kedua, memberikan VB dan
kemudian mengukur VT yang muncul, serta memperhatikan jika adanya perubahan.
Ketiga, tidak memberikan VB dan terus mengukur VT selama waktu tertentu.
Berbeda dengan between subject yang
melakukan kontrol eliminasi dan konstansi kondisi sebelum dilakukan penelitian,
pada within subjek tidak hanya
dilakukan sebelum penelitian tetapi juga saat penelitian.
|
R
|
Kelompok
|
Urutan 1
|
Urutan 2
|
Urutan 3
|
|
K1
|
XA Y
|
XB Y
|
XO Y
|
|
|
K2
|
XA Y
|
XO Y
|
XB Y
|
|
|
K3
|
XB Y
|
XO Y
|
XA Y
|
|
|
K4
|
XB Y
|
XA Y
|
XO Y
|
|
|
K5
|
XO Y
|
XA Y
|
XB Y
|
|
|
K6
|
XO Y
|
XB Y
|
XA Y
|
Keterangan :
R :
Random
K :
Kelompok
XA :
Perlakukan berupa minuman merk A
XB : Perlakukan berupa minuman merk B
XO :
Perlakukan berupa minuman tanpa merk
Y :
Pengukuran
V.
Prosedur
a. Material
1.
Air Mineral
2.
Gelas Plastik
3.
Lembaran Pencatatan Hasil
4. Lembar observasi ( lampiran 3 )
b. Prosedur
Pelaksanaan
1.
Seluruh
eksperimentee diminta memasuki ruangan, eksperimenter bersama dengan asisten
mengundi eksperimentee, dari seluruh
eksperimentee siapa yang masuk kelompok 1,2,3,4,5, dan 6.
2.
Eksperimenter bersama – sama dengan asisten melakukan
random assignment yaitu mengundi urutan tugas yang akan diberikan pada keenam
kelompk eksperimentee. Urutan tugas terdiri atas enam macam, yaitu ABO, AOB,
BOA, BAO, OAB, OBA. Penyusunan enam urutan tugas dimaksudkan sebagai counterbalancing, yaitu teknik untuk
mengontrol error yang diakibatkan oleh pengaruh urutan.
3.
Eksperimenter menjelaskan tujuan percobaan yaitu untuk
survei terhadap jenis – jenis air mineral.
4.
Eksperimentee di minta duduk, kemudian eksperimenter
memberikan tiga gelas berisi air mineral dengan urutan sesuai hasil penugasan
sesuai random.
5.
Instruksi: “ Di meja Saudara terdapat tiga gelas air
mineral dari bebrapa merk. Tugas saudara adalah meminum satu persatu air yang
ada di dalam gelas tersebut, kemudian membuat katakan mana air mineral yang
menurut Saudara paling enak hingga yang paling tidak enak dengan skor 3,2,1.
Berikan jeda waktu sesaat sebelum Saudara berganti dari satu gelas ke gelas
lainnya.
6.
Eksperimentee diminta untuk memberikan penilaian
terhadap tiga jenis air mineral yang akan disajikan. Air mineral tersebut
terdiri dari merk-A, merk-B, dan merk-O ( tanpa merk ). Nilai bergerak dari
angka 1 hingga 3. Angka 3 untuk minuman yang dianggap paling enak dan angka 1
untuk minuman yang dirasa kurang enak.
7.
Eksperimentee dipersilahkan meninggalkan ruangan.
VI. Pencatatan
Hasil
Pencatatan
Hasil Kelompok mengikuti tabel berikut :
|
Eksperimentee
|
Merk-A
|
Merk-B
|
Merk-O
|
Urutan
Tugas
|
|
Nisrina
|
1
|
2
|
3
|
ABO
|
|
Feri
|
3
|
2
|
1
|
ABO
|
|
Rida
|
3
|
1
|
2
|
ABO
|
|
Indri
|
2
|
3
|
1
|
AOB
|
|
Fani
|
3
|
2
|
1
|
AOB
|
|
William
|
1
|
3
|
2
|
AOB
|
|
Fery
|
3
|
2
|
1
|
BOA
|
|
Fanyy. C
|
3
|
2
|
1
|
BOA
|
|
Danang
|
2
|
1
|
3
|
BOA
|
|
Muhtar
|
3
|
2
|
1
|
BOA
|
|
Dara
|
3
|
2
|
1
|
BAO
|
|
Agung
|
2
|
3
|
1
|
BAO
|
|
Mita
|
3
|
2
|
1
|
BAO
|
|
Rini
|
1
|
3
|
2
|
BAO
|
|
Hayyu
|
1
|
2
|
3
|
OAB
|
|
Siti
|
3
|
2
|
1
|
OAB
|
|
Wintari
|
3
|
1
|
2
|
OAB
|
|
Esti
|
1
|
3
|
2
|
OAB
|
|
Fitri
|
3
|
2
|
1
|
OBA
|
|
Ayu
|
3
|
1
|
2
|
OBA
|
|
Yuyun
|
3
|
2
|
1
|
OBA
|
|
Fuzi
|
2
|
3
|
1
|
OBA
|
|
TOTAL
|
52
|
46
|
34
|
|
VII. Analisa
Hasil
Hasil eksperimen dianalisis dengan within subject design / treatment by subject design diperoleh p = 0,022 (tidak signifikan) sebab p >0,05 artinya tidak ada pengaruh yang
signifikan antara persepsi dengan perilaku.

|
Descriptive Statistics
|
|||||
|
|
N
|
Mean
|
Std. Deviation
|
Minimum
|
Maximum
|
|
A
|
22
|
2.3636
|
.84771
|
1.00
|
3.00
|
|
B
|
22
|
2.0909
|
.68376
|
1.00
|
3.00
|
|
C
|
22
|
1.5455
|
.73855
|
1.00
|
3.00
|
|
Ranks
|
|
|
|
Mean Rank
|
|
A
|
2.36
|
|
B
|
2.09
|
|
C
|
1.55
|
|
Test Statisticsa
|
|
|
N
|
22
|
|
Chi-Square
|
7.636
|
|
df
|
2
|
|
Asymp. Sig.
|
.022
|
|
a. Friedman Test
| |
VIII.
Diskusi
Terdapat perbedaan persepi dari masing – masing
eksperimentee yang menguji setiap merk yang telah disediakan. Didapati merk-A
memiliki kriteria paling disukai di bandingkan merk-B dan merk-O, tetapi dari
hasil uji, mendapatkan bahwa ternyata persepsi
tidak terlalu mempengaruhi perilaku ketika eksperimentee mencicipi setiap minuman
tiga merk tersebut. Sehingga faktor-faktor internal dan faktor eksternal sangat
memepngaruhi. Faktor Internal; fisiologis, perhatian, minat, kebutuhan,
ingatan, dan suasana hati, sedangkan pada faktor eksternal ; stimulus, warna
dari objek, keunikan dan kekontrasan stimulus, Intensitas dan kekuatan dari Motion atau gerakan.
Individu
akan banyak memberikan perhatian terhadap obyek yang memberikan gerakan dalam
jangkauan pandangan dibandingkan obyek yang diam.
IX.
Simpulan
Berdasarkan
hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang
signifikan antara persepsi dengan perilaku.
X. Observasi
Dalam Eksperimen
Eksperimentee 1 (Urutan Tugas ABO)
1. Nama : Fxxxxxxxx
2. Jenis
Kelamin : Laki – Laki
3. Umur : 18 Tahun
4. Pendidikan : Mahasiswa S-1 Psikologi
5. Hasil Observasi :
Eksperimentee
masuk pada rutan ABO, dimana ekskperimentee diminta untuk mencicipi rasa dari
ketiga merk yang telah di sediakan. Ketika eksperimentee mulai menguji rasa dari masing – masing merk, eksperimentee
nampak memikirkan dan mengira- ngira dari merk tersebut sampel nya di ambil
dari minuman merk apa. Kemudian
ekperimentee mulai mencicipi setiap merk sesuai urutan yaitu A-B-O,
eksperimentee nempak fokus, menggunakan tangan kanannya untuk menompang kepala,
mata nampak fokus menatap setiap merk
yang telah di minum dan duduk dengan tenang.
Eksperimentee 2 (Urutan Tugas OAB)
1. Nama : Axxxxxxxxxxx
2. Jenis
Kelamin : Perempuan
3. Umur : 18 Tahun
4. Pendidikan : Mahasiswi S-1 Psikologi
5. Hasil Observasi :
Eksperimentee
masuk pada urutan OAB, dimana ekskperimentee diminta untuk mencicipi rasa dari ketiga
merk yang telah di sediakan. Ketika eksperimentee memulai menguji rasa dari masing – masing merk,
eksperimentee nampak memikirkan dan mengira- ngira dari merk tersebut sampel
nya di ambil dari minuman merk apa. Kemudian ekperimentee mulai mencicipi setiap
merk sesuai urutan yaitu O-A-B, eksperimentee nempak fokus, mata bergerak
melirik kenan dan kekiri kemudian fokus menatap setiap merk yang telah di
minum.
Observasi dalam Kelas:
Dalam persiapan kurang cepat dan pelaksanaan eksperimen juga kurang tepat
waktu, kurang adanya koordinasi antara masing – masing praktikan dalam
menyiapkan keperluan yang akan di gunakan dalam eksperimen. Tidak adanya
kesadaran pribadi untuk cepat mengerjakan keperluan praktikan yang belum di
selesaikan. Sehingga membuat eksperimentee menunggu agak lama.
XI. Kegunaan
Sehari – Hari
1.
Ketika kita melihat seseorang yang baru dikenal maka
kita akan mepresepsikan sifat – sifat nya dengan hanya melihat perilakunya.
2. Ketika kita
mendengarkan sebuah lagu maka kita terkadang memikirkan masa lalu.
3.
Ketika kita melihat sebuah masalah terkadang kita berfikir
salah tentang penyebabnya sebelum ditelusuri lebih dulu penyebab sebenarnya.
Yogyakarta,
12
Desember 2014
Eksperimenter,
Lelia Darwitaningrum
Nilai :
.......................
Asisten : Rizki
Nurmalasari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar