Translate

Jumat, 09 Januari 2015

Example : Praktikum Eksperimen

  LAPORAN PRAKTIKUM
PSIKOLOGI EKSPERIMEN

1.    Nama Eksperimenter             : Lelia Darwitaningrum
2.    Nomor Mahasiswa                  : 1300013184
3.    Nama Subjek                          : a. Axxxxxxxx
                                                         b. Fxxxxxxxxxx
4.    Jenis Kelamin                         : a. Perempuan
                                                         b. Laki – Laki
5.    Umur                                       :  a. 18 Tahun
                                                         b. 18 Tahun
6.    Pendidikan                              : a. Mahasiswi  S-1 Psikologi
                                                          b. Mahasiswa S-1 Psikologi
7.    Nama Eksperimen                  : PERSEPSI
8.    Nomor Eksperimen                : III
9.    Tanggal Eksperimen               : 12 Desember 2014
10.   Waktu                                      : 10.00 – 12.00 WIB
11.   Tempat Eksperimen               : Laboraturium Eksperimen Fakultas
                                        Psikologi Universitas Ahmad Dahlan
                                        Yogyakarta


I.      Problem
Apa yang kita rasakan dan kita lihat memungkinkan kita memilih, mengorganisasikan, dan menafsirkan rangsangan dari lingkungan kita, dan proses tersebut mempengaruhi perilaku kita . Parsepsi adanya dua faktor baik internal maupun eksternal.
II.    Dasar Teori
Persepsi (dari bahasa Latin perceptio, percipio) adalah tindakan menyusun, mengenali, dan menafsirkan informasi sensoris guna memberikan gambaran dan pemahaman tentang lingkungan. Persepsi meliputi semua sinyal dalam sistem saraf, yang merupakan hasil dari stimulasi fisik atau kimia dari organ pengindra. Seperti misalnya penglihatan yang merupakan cahaya yang mengenai retina pada mata, pencium yang memakai media molekul bau (aroma), dan pendengaran yang melibatkan gelombang suara. Persepsi bukanlah penerimaan isyarat secara pasif, tetapi dibentuk oleh pembelajaran, ingatan, harapan, dan perhatian. Persepsi bergantung pada fungsi kompleks sistem saraf, tetapi tampak tidak ada karena terjadi di luar kesadaran.
Parses merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu suatu stimulus yang diterima oleh individu melalui alat reseptor yaitu indra. Alat indera merupakan penghubung antara individu dengan dunia luarnya. Persepsi merupakan stimulus yang diindera oleh individu, diorganisasikan kemudian diinterpretasikan sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera. (Kuswana, Wowo Sunaryo. 2011. Taksonomi Berpikir. Edisi 2)
Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pada dasarnya dibagi menjadi 2 yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
1.   Faktor Internal yang mempengaruhi persepsi, yaitu faktor-faktor yang terdapat dalam diri individu, yang mencakup beberapa hal antara lain :
a.     Fisiologis. Informasi masuk melalui alat indera, selanjutnya informasi yang diperoleh ini akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk memberikan arti terhadap lingkungan sekitarnya. Kapasitas indera untuk mempersepsi pada tiap orang berbeda-beda sehingga interpretasi terhadap lingkungan juga dapat berbeda.
b.    Perhatian. Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu obyek. Energi tiap orang berbeda-beda sehingga perhatian seseorang terhadap obyek juga berbeda dan hal ini akan mempengaruhi persepsi terhadap suatu obyek.
c.    Minat. Persepsi terhadap suatu obyek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi atau perceptual vigilance yang digerakkan untuk mempersepsi. Perceptual vigilance merupakan kecenderungan seseorang untuk memperhatikan tipe tertentu dari stimulus atau dapat dikatakan sebagai minat.
d.    Kebutuhan yang searah. Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari obyek-obyek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya.
e.     Pengalaman dan ingatan. Pengalaman dapat dikatakan tergantung pada ingatan dalam arti sejauh mana seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsang dalam pengertian luas.
f.     Suasana hati. Keadaan emosi mempengaruhi perilaku seseorang, mood ini menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dalam menerima, bereaksi dan mengingat. (Walgito, Bimo. 2010. Pengantar Psikologi Umum)
2.   Faktor Eksternal yang mempengaruhi persepsi, merupakan karakteristik dari linkungan dan obyek-obyek yang terlibat didalamnya. Elemen-elemen tersebut dapat mengubah sudut pandang seseorang terhadap dunia sekitarnya dan mempengaruhi bagaimana seseoarang merasakannya atau menerimanya. Sementara itu faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi adalah :
a.    Ukuran dan penempatan dari obyek atau stimulus. Faktor ini menyatakan bahwa semakin besrnya hubungan suatu obyek, maka semakin mudah untuk dipahami. Bentuk ini akan mempengaruhi persepsi individu dan dengan melihat bentuk ukuran suatu obyek individu akan mudah untuk perhatian pada gilirannya membentuk persepsi.
b.    Warna dari obyek-obyek. Obyek-obyek yang mempunyai cahaya lebih banyak, akan lebih mudah dipahami (to be perceived) dibandingkan dengan yang sedikit.
c.    Keunikan dan kekontrasan stimulus. Stimulus luar yang penampilannya dengan latarbelakang dan sekelilingnya yang sama sekali di luar sangkaan individu yang lain akan banyak menarik perhatian.
d.    Intensitas dan kekuatan dari stimulus. Stimulus dari luar akan memberi makna lebih bila lebih sering diperhatikan dibandingkan dengan yang hanya sekali dilihat. Kekuatan dari stimulus merupakan daya dari suatu obyek yang bisa mempengaruhi persepsi.
e.    Motion atau gerakan. Individu akan banyak memberikan perhatian terhadap obyek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan dibandingkan obyek yang diam. (Sobur, Alex.2011. Psikolgi Umum)
III.   Hipotesis
 Adanya pengaruh persepsi terhadap perilaku.
IV.  Desain Eksperimen
Desain eksperimen yang digunakan adalah within subject design / treatment by subject design yaitu desain yang diperkenalkan oleh B.F. Skinner pada tahun 1938, disebut juga dengan penelitian N-kecil. Ada tiga tahap penelitian eksperimental yang terlibat dalam  within subject design. Pertama, menciptakan garis dasar perilaku. Ini dilakukan dengan mengukur perilaku dalam penyelidikan selama waktu tertentu. Kedua, memberikan VB dan kemudian mengukur VT yang muncul, serta memperhatikan jika adanya perubahan. Ketiga, tidak memberikan VB dan terus mengukur VT selama waktu tertentu. Berbeda dengan between subject yang melakukan kontrol eliminasi dan konstansi kondisi sebelum dilakukan penelitian, pada within subjek tidak hanya dilakukan sebelum penelitian tetapi juga saat penelitian.
R
Kelompok
Urutan 1
Urutan 2
Urutan 3
K1
XA Y
XB Y
XO Y
K2
XA Y
XO Y
XB Y
K3
XB Y
XO Y
XA Y
K4
XB Y
XA Y
XO Y
K5
XO Y
XA Y
XB Y
K6
XO Y
XB Y
XA Y
Keterangan :
R       : Random
K       : Kelompok
XA     : Perlakukan berupa minuman merk A
XB      : Perlakukan berupa minuman merk B
XO    : Perlakukan berupa minuman tanpa merk
Y       : Pengukuran
V.     Prosedur
a.   Material
1.   Air Mineral
2.   Gelas Plastik
3.   Lembaran Pencatatan Hasil
4.   Lembar observasi ( lampiran 3 )
b.  Prosedur Pelaksanaan
1.   Seluruh eksperimentee diminta memasuki ruangan, eksperimenter bersama dengan asisten mengundi  eksperimentee, dari seluruh eksperimentee siapa yang masuk kelompok 1,2,3,4,5, dan 6.
2.   Eksperimenter bersama – sama dengan asisten melakukan random assignment yaitu mengundi urutan tugas yang akan diberikan pada keenam kelompk eksperimentee. Urutan tugas terdiri atas enam macam, yaitu ABO, AOB, BOA, BAO, OAB, OBA. Penyusunan enam urutan tugas dimaksudkan sebagai counterbalancing, yaitu teknik untuk mengontrol error yang diakibatkan oleh pengaruh urutan.
3.   Eksperimenter menjelaskan tujuan percobaan yaitu untuk survei terhadap jenis – jenis air mineral.
4.   Eksperimentee di minta duduk, kemudian eksperimenter memberikan tiga gelas berisi air mineral dengan urutan sesuai hasil penugasan sesuai random.
5.   Instruksi: “ Di meja Saudara terdapat tiga gelas air mineral dari bebrapa merk. Tugas saudara adalah meminum satu persatu air yang ada di dalam gelas tersebut, kemudian membuat katakan mana air mineral yang menurut Saudara paling enak hingga yang paling tidak enak dengan skor 3,2,1. Berikan jeda waktu sesaat sebelum Saudara berganti dari satu gelas ke gelas lainnya.
6.   Eksperimentee diminta untuk memberikan penilaian terhadap tiga jenis air mineral yang akan disajikan. Air mineral tersebut terdiri dari merk-A, merk-B, dan merk-O ( tanpa merk ). Nilai bergerak dari angka 1 hingga 3. Angka 3 untuk minuman yang dianggap paling enak dan angka 1 untuk minuman yang dirasa kurang enak.
7.   Eksperimentee dipersilahkan meninggalkan ruangan.
VI.   Pencatatan Hasil
  Pencatatan Hasil Kelompok mengikuti tabel berikut :
Eksperimentee
Merk-A
Merk-B
Merk-O
Urutan Tugas
Nisrina
1
2
3
ABO
Feri
3
2
1
ABO
Rida
3
1
2
ABO
Indri
2
3
1
AOB
Fani
3
2
1
AOB
William
1
3
2
AOB
Fery
3
2
1
BOA
Fanyy. C
3
2
1
BOA
Danang
2
1
3
BOA
Muhtar
3
2
1
BOA
Dara
3
2
1
BAO
Agung
2
3
1
BAO
Mita
3
2
1
BAO
Rini
1
3
2
BAO
Hayyu
1
2
3
OAB
Siti
3
2
1
OAB
Wintari
3
1
2
OAB
Esti
1
3
2
OAB
Fitri
3
2
1
OBA
Ayu
3
1
2
OBA
Yuyun
3
2
1
OBA
Fuzi
2
3
1
OBA
TOTAL
52
46
34

VII.      Analisa Hasil
            Hasil eksperimen dianalisis dengan within subject design / treatment by subject design diperoleh  p = 0,022 (tidak signifikan) sebab p >0,05 artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara persepsi dengan perilaku.
Descriptive Statistics

N
Mean
Std. Deviation
Minimum
Maximum
A
22
2.3636
.84771
1.00
3.00
B
22
2.0909
.68376
1.00
3.00
C
22
1.5455
.73855
1.00
3.00

Ranks

Mean Rank
A
2.36
B
2.09
C
1.55

Test Statisticsa
N
22
Chi-Square
7.636
df
2
Asymp. Sig.
.022
a. Friedman Test 




VIII.    Diskusi
          Terdapat perbedaan persepi dari masing – masing eksperimentee yang menguji setiap merk yang telah disediakan. Didapati merk-A memiliki kriteria paling disukai di bandingkan merk-B dan merk-O, tetapi dari hasil uji, mendapatkan bahwa ternyata persepsi tidak terlalu mempengaruhi perilaku ketika eksperimentee mencicipi setiap minuman tiga merk tersebut. Sehingga faktor-faktor internal dan faktor eksternal sangat memepngaruhi. Faktor Internal; fisiologis, perhatian, minat, kebutuhan, ingatan, dan suasana hati, sedangkan pada faktor eksternal ; stimulus, warna dari objek, keunikan dan kekontrasan stimulus, Intensitas dan kekuatan dari Motion atau gerakan.  Individu akan banyak memberikan perhatian terhadap obyek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan dibandingkan obyek yang diam.
IX.      Simpulan
       Berdasarkan hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara persepsi dengan perilaku.
X.     Observasi Dalam Eksperimen
     Eksperimentee 1 (Urutan Tugas ABO)
1.   Nama                   : Fxxxxxxxx
2.   Jenis Kelamin      : Laki – Laki
3.   Umur                    : 18 Tahun
4.   Pendidikan           : Mahasiswa S-1 Psikologi
5.   Hasil Observasi    :
Eksperimentee masuk pada rutan ABO, dimana ekskperimentee diminta untuk mencicipi rasa dari ketiga merk yang telah di sediakan. Ketika eksperimentee mulai menguji rasa dari masing – masing merk, eksperimentee nampak memikirkan dan mengira- ngira dari merk tersebut sampel nya di ambil dari minuman merk apa. Kemudian  ekperimentee mulai mencicipi setiap merk sesuai urutan yaitu A-B-O, eksperimentee nempak fokus, menggunakan tangan kanannya untuk menompang kepala, mata nampak  fokus menatap setiap merk yang telah di minum dan duduk dengan tenang.
   Eksperimentee 2 (Urutan Tugas OAB)
1.   Nama                   : Axxxxxxxxxxx
2.   Jenis Kelamin      : Perempuan
3.   Umur                    : 18 Tahun
4.   Pendidikan           : Mahasiswi S-1 Psikologi
5.   Hasil Observasi    :
Eksperimentee masuk pada urutan OAB, dimana ekskperimentee diminta untuk mencicipi rasa dari ketiga merk yang telah di sediakan. Ketika eksperimentee memulai menguji rasa dari masing – masing merk, eksperimentee nampak memikirkan dan mengira- ngira dari merk tersebut sampel nya di ambil dari minuman merk apa. Kemudian ekperimentee mulai mencicipi setiap merk sesuai urutan yaitu O-A-B, eksperimentee nempak fokus, mata bergerak melirik kenan dan kekiri kemudian fokus menatap setiap merk yang telah di minum.
Observasi dalam Kelas:
          Dalam persiapan kurang cepat dan pelaksanaan eksperimen juga kurang tepat waktu, kurang adanya koordinasi antara masing – masing praktikan dalam menyiapkan keperluan yang akan di gunakan dalam eksperimen. Tidak adanya kesadaran pribadi untuk cepat mengerjakan keperluan praktikan yang belum di selesaikan. Sehingga membuat eksperimentee menunggu agak lama.
XI.    Kegunaan Sehari – Hari
1.      Ketika kita melihat seseorang yang baru dikenal maka kita akan mepresepsikan sifat – sifat nya dengan hanya melihat perilakunya.
2.      Ketika kita mendengarkan sebuah lagu maka kita terkadang memikirkan  masa lalu.
3.      Ketika kita melihat sebuah masalah terkadang kita berfikir salah tentang penyebabnya sebelum ditelusuri lebih dulu penyebab sebenarnya.



Yogyakarta, 12 Desember  2014
Eksperimenter,


Lelia Darwitaningrum 

Nilai     : .......................

Asisten : Rizki Nurmalasari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar